PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah
satu tugas utama guru, dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan
yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Untuk membelajarkan siswa salah satu
cara yang dapat ditempuh oleh guru ialah dengan mengimplementasikan
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), Pembelajaran
kontekstual merupakan model pembelajaran yang menggabungkan materi pelajaran
dengan pengalaman langsung sehari-hari siswa, masyarakat, dan pekerjaan di
lingkungannya. Menurut Lili Nurlaili (2003) dalam Najib Sulhan mengatakan
bahwa:
Pembelajaran kontekstual hampir sama dengan life
skil yang sudah dikenal selama ini. Model pembelajaran ini secara kongkrit
melibatkan kegiatan secara "hand-on and minds-on", yaitu pembelajaran
yang secara langsung dialami dan diingat siswa. Dalam pembelajaran kontekstual
materi disampaikan dalam konteks yang sesuai dengan lingkungannya dan bermakna
bagi siswa.[1]
Pembelajaran
kontekstual sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Wahyu yang disampaikan
Allah kepada Nabi Muhammad melalui
malaikat Jibril disesuaikan dengan konteks yang ada. Konteks itu disebut Asbabun
Nuzul, artinya wahyu yang turun tidak serta merta turun begitu saja, tetapi
ada sebab-sebab secara kontekstual mengapa wahyu itu diturunkan.
Begitu juga selanjutnya, Nabi
Muhammad menyampaikan informasi kepada sahabatanya sesuai dengan konteks yang
ada, yang disebut dengan Asbabul Wurudh, artinya sebab-sebab munculnya hadits.[2]
Pembelajaran Contextual
Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep pembelajaran yang menekankan
pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan peserta
didik secara nyata, sehingga para peserta didik mampu menghubungkan dan
menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.[3]
Melalaui proses penerapan kompetensi dalam kehidupan sehari-hari, peserta didik
akan merasakan pentingnya belajar, dan mereka akan memperoleh makna yang
mendalam terhadap apa yang dipelajarinya. Pembelajaran Contextual Teaching
and Learning (CTL) memungkinkan
proses belajar yang tenang dan menyenangkan, karena pembelajaran dilakukan
secara alamiah, sehingga peserta didik dapat mempraktekkan secara langsung
apa-apa yang dipelajarinya. Pembelajaran kontekstual mendorong peserta didi
k memahami
hakekat, makna,dan manfaat belajar, sehingga memungkinkan mereka rajin, dan
termmotivasi untuk senantiasa belajar, bahkan kecanduan belajar. Kondisi
tersebut terwujud , ketika peserta didik menyadari tentang apa yang mereka
perlukan untuk hidup, dan bagaimana cara menggapainya.
Dalam pembelajaran
kontekstual tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta
didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai. Guru
bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi
mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik
belajar. Lingkungan belajar yang kondusif sangat penting dan sangat menunjang
pembelajaran kontekstual, dan keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan.
Suatu metode yang diharapkan dapat mendukung dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam sehingga hasil belajar siswa akan lebih baik dan siswa akan termotivasi, yaitu
dengan cara menggunakan pendekatan pembelajaran Contekstual Teaching and
Learning (CTL). Metode ini akan membawa alam pikir siswa pada realita
kehidupan yang nyata, dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan
hanya transfer pengetahuan dari guru ke siswa, dalam artian guru mengaitkan
materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata. Di dalam pembelajaran Contextual
Teaching and Learning (CTL) guru dituntut
untuk lebih kreatif, hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang berlangsung
menjadi menyenangkan dan tidak menjenuhkan. Begitu juga dengan siswa diberikan
kebebasan untuk berkreasi, dalam artian didalam pelaksanaan metode ini siswa
dapat menemukan sesuatu yang baru dalam dirinya (pengetahuan dan
keterampilan) yang datang dari "menemukan sendiri" bukan dari
gurunya.
No comments:
Post a Comment