PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang
cukup kompleks dimana guru merupakan komponen yang sangat penting dalam proses
belajar mengajar. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa
melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya.
Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran
interaksi komunikasi antara guru dan siswanya. Ketidaklancaran dalam komunikasi
membawa akibat terhadap pesan atau meteri yang disampaikan oleh guru.[1]
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu
pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah
sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari
perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi permintaan
dan pemberian layanan secara multi sensori dari beragamnya kemampuan individu
untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib
bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di
bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar,
maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan
memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Karena memang belajar
adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan
satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber
belajar yang disebut orang.[2]
Proses komunikasi tersebut selalu mengalami perubahan
sesuai dengan perkembangan zaman dan majunya ilmu pengetahuan. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya pembaharuan dalam
pemanfaatan hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dua unsur penting
dalam pembelajaran adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini
saling berkaitan dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.
Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media
pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada beberapa aspek lain yang harus
diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas,
dan respon yang diharapkan siswa setelah pengajaran berlangsung dan konteks
pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian dapat dikatakan
bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai salah satu alat
bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar
yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986), mengemukakan bahwa pemakaian media
pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan
minat baru bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan
belajar mengajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.[3]
Disamping itu, "hadirnya" media pembelajaran
sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar amat diperlukan,
mengingat bahwa kedudukan media ini bukan hanya sekedar alat bantu mengajar,
tapi merupakan bagian integral dalam pembelajaran. Selain dapat menggantikan
sebagian tugas guru sebagai penyaji materi (penyalur pesan) media juga memiliki
potensi-potensi yang unik, yang dapat membantu siswa dalam belajar.[4]
Semakin maju perkembangan masyarakat dan akselerasi
teknologi modern, maka semakin besar dan berat tantangan yang dihadapi guru sebagai
pendidik dan pengajar di sekolah. Agar seorang guru dalam menggunakan media
pendidikan yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman
yang cukup tentang media pendidikan atau pengajaran.
Pengetahuan tersebut menurut Oemar Hamalik (1986: 16) yang
meliputi:
1) Media sebagai alat komunikasi lebih mengefektifkan proses
belajar mengajar.
2) Media berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
3) Penggunaan media dalam proses belajar mengajar.
4) Hubungan antara metode mengajar dengan media pendidikan.
5) Nilai dan manfaat media pendidikan
6) Memilih dan menggunakan media pendidikan
7) Mengetahui berbagai jenis alat dan teknis media pendidikan.
8) Mengetahui penggunaan media pendidikan dalam setiap mata
pelajaran yang diajarkan.
Perkembangan komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi tentunya juga akan berpengaruh terhadap dunia
pendidikan saat ini khususnya pada kegiatan proses belajar mengajar di sekolah.
Karena proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi dan
interaksi antara guru dan siswa. Dalam proses tersebut guru sebagai sumber
informasi yang akan memberikan feed back. Namun, adakalanya dalam proses
ini mengalami kegagalan dan kesalahpahaman yang disebabkan oleh ketidakmampuan
siswa dalam memahami apa yang diterima, baik melalui proses penglihatan,
pendengaran, dan juga pemahaman terhadap materi yang disampaikan guru. Adapun
beberapa faktor yang dapat menghambat proses komunikasi dalam proses belajar
mengajar adalah hambatan psikologis seperti minat, sikap, dan pendapat,
sedangkan hambatan fisik seperti sakit, kelelahan, keterbatasan daya indera.
Hambatan-hambatan ini akan dibantu dengan hadirnya media pendidikan sebagai
salah satu sumber belajar yang akan berfungsi sebagai stimulus terhadap
pikiran, perasaan, dan perhatian, serta minat siswa untuk memperjelas materi
pelajaran yang akan mudah dan cepat dilupakan apabila hanya menggunakan
penjelasan verbal. Dan fungsi tersebut akan terlaksana apabila media digunakan
secara tepat dengan mempertimbangkan aspek efektifitas dan efisiensi.
Dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam
kehadiran media memiliki arti yang cukup penting. Mengingat selama ini hasil
dari pembelajaran pendidikan agama Islam dinilai masih kurang. Karena para guru
kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses
pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton, tanpa
menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit tentang materi
yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran belum bisa
tercapai dengan maksimal.
Mengenai pentingnya penggunaan media, dalam agama Islam
sudah tidak asing lagi, karena merupakan sarana untuk menyampaikan ajaran
Allah. Sebagaimana yang dicontohkan nabi Muhammad SAW dalam menanamkan ajaran
agama dengan menggunakan media yang tepat yakni melalui media perbuatan nabi
sendiri dengan jalan memberi contoh kedaan yang baik dan selalu menunjukkan
sifat-sifat terpuji, sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab: 21
لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم
الأخر وذكر الله كثيرا
(الأحزب : ٢١)
Artinya:
Sesungguhnya
telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu (yaitu)
orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia
banyak mengingat Allah.[6]
Dari contoh tersebut hendaknya dalam pemilihan media
pengajaran agama disesuaikan dengan tujuan pengajaran agama itu sendiri, bahan
atau materi yang akan disampaikan, ketersediaan alat yang tersedia, pribadi
guru, minat dan kemampuan siswa dan situasi pengajaran yang akan berlangsung.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bukan hanya
sekedar upaya membantu guru dalam mengajar, tapi lebih daripada itu sebagai
usaha yang ditujukan untuk memudahkan
No comments:
Post a Comment