Selamat Datang di Situs Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Quran Al Ittifaqiah Indralaya Prodi PGRA

Penggunaan Media Pembelajaran Sebagai Sumber Belajar Dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam

      PENDAHULUAN
      Latar Belakang
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks dimana guru merupakan komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya. Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dan siswanya. Ketidaklancaran dalam komunikasi membawa akibat terhadap pesan atau meteri yang disampaikan oleh guru.[1]
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi permintaan dan pemberian layanan secara multi sensori dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang.[2]
Proses komunikasi tersebut selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan majunya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dua unsur penting dalam pembelajaran adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan dalam menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada beberapa aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas, dan respon yang diharapkan siswa setelah pengajaran berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai salah satu alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986), mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.[3]
Disamping itu, "hadirnya" media pembelajaran sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar amat diperlukan, mengingat bahwa kedudukan media ini bukan hanya sekedar alat bantu mengajar, tapi merupakan bagian integral dalam pembelajaran. Selain dapat menggantikan sebagian tugas guru sebagai penyaji materi (penyalur pesan) media juga memiliki potensi-potensi yang unik, yang dapat membantu siswa dalam belajar.[4]
Semakin maju perkembangan masyarakat dan akselerasi teknologi modern, maka semakin besar dan berat tantangan yang dihadapi guru sebagai pendidik dan pengajar di sekolah. Agar seorang guru dalam menggunakan media pendidikan yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan atau pengajaran.
Pengetahuan tersebut menurut Oemar Hamalik (1986: 16) yang meliputi:
1)      Media sebagai alat komunikasi lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
2)      Media berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
3)      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar.
4)      Hubungan antara metode mengajar dengan media pendidikan.
5)      Nilai dan manfaat media pendidikan
6)      Memilih dan menggunakan media pendidikan
7)      Mengetahui berbagai jenis alat dan teknis media pendidikan.
8)      Mengetahui penggunaan media pendidikan dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan.
9)      Melakukan usaha-usaha inovasi dalam media pendidikan.[5]
Perkembangan komunikasi yang dihasilkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya juga akan berpengaruh terhadap dunia pendidikan saat ini khususnya pada kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Karena proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Dalam proses tersebut guru sebagai sumber informasi yang akan memberikan feed back. Namun, adakalanya dalam proses ini mengalami kegagalan dan kesalahpahaman yang disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam memahami apa yang diterima, baik melalui proses penglihatan, pendengaran, dan juga pemahaman terhadap materi yang disampaikan guru. Adapun beberapa faktor yang dapat menghambat proses komunikasi dalam proses belajar mengajar adalah hambatan psikologis seperti minat, sikap, dan pendapat, sedangkan hambatan fisik seperti sakit, kelelahan, keterbatasan daya indera. Hambatan-hambatan ini akan dibantu dengan hadirnya media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar yang akan berfungsi sebagai stimulus terhadap pikiran, perasaan, dan perhatian, serta minat siswa untuk memperjelas materi pelajaran yang akan mudah dan cepat dilupakan apabila hanya menggunakan penjelasan verbal. Dan fungsi tersebut akan terlaksana apabila media digunakan secara tepat dengan mempertimbangkan aspek efektifitas dan efisiensi.
Dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam kehadiran media memiliki arti yang cukup penting. Mengingat selama ini hasil dari pembelajaran pendidikan agama Islam dinilai masih kurang. Karena para guru kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton, tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit tentang materi yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran belum bisa tercapai dengan maksimal.
Mengenai pentingnya penggunaan media, dalam agama Islam sudah tidak asing lagi, karena merupakan sarana untuk menyampaikan ajaran Allah. Sebagaimana yang dicontohkan nabi Muhammad SAW dalam menanamkan ajaran agama dengan menggunakan media yang tepat yakni melalui media perbuatan nabi sendiri dengan jalan memberi contoh kedaan yang baik dan selalu menunjukkan sifat-sifat terpuji, sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab: 21

لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الأخر وذكر الله كثيرا
(الأحزب : ٢١)
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu (yaitu) orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.[6]
Dari contoh tersebut hendaknya dalam pemilihan media pengajaran agama disesuaikan dengan tujuan pengajaran agama itu sendiri, bahan atau materi yang akan disampaikan, ketersediaan alat yang tersedia, pribadi guru, minat dan kemampuan siswa dan situasi pengajaran yang akan berlangsung.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media bukan hanya sekedar upaya membantu guru dalam mengajar, tapi lebih daripada itu sebagai usaha yang ditujukan untuk memudahkan


[1]  xxx

No comments:

Iklan oleh Google