PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan merupakan hal yang penting dalam
kehidupan manusia. Dengan pendidikan manusia sebagai makhluk pengembang tugas
kekholifahan dibumi akan menjadi dinamis dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pendidikan merupakan instrumen atau alat yang penting untuk mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh manusia yaitu sebagai makhluk yang harus dididik, makhluk
yang dapat dididik dan makhluk yang dapat mendidik. Oleh sebab itu, harus
disesuaikan dengan tuntunan perkembangan zaman. Karena di antara salah satu problem
yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah problem yang
menyangkut tentang pendidikan yaitu kurang relevansinya antara dunia pendidikan
dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya dan kebutuhan
pembangunan pada umumnya. Dalam setiap kurikulum mencerminkan keinginan,
cita-cita, tuntunan dan kebutuhan masyarakat
Sekolah memang didirikan oleh dan untuk masyarakat. Sudah sewajarnya
pendidikan harus memperhatikan dan merespon terhadap suara-suara masyarakat
Pendidikan tidak dapat tiada harus memberi jawaban atas tekanan-tekanan yang
datang dari desakan dan tekanan dari kekuatan-kekuatan sosial politik–ekonomi
yang dominan pada saat tertentu. Kesulitan akan dihadapi bila kelompok-kelompok
sosial mengajukan keinginan yang bertentangan berhubungan dengan kepentingan
khusus masing-masing. Anak tidak hidup sendiri
terisolasi dari manusia lainnya ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Disitu harus memenuhi
tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab, baik sebagai
anak maupun sebagai orang dewasa kelak.
Ia akan banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya mengembangkan
baktinya bagi kemajuan masyarakat. Tuntunan masyarakat tidak dapat
diabaikannya.
Dengan
pendidikan diharapkan mampu mencetak kader-kader pembangunan yang cukup
terampil kreatif serta penuh inovatif dalam bidangnya masing-masing akan tetapi
kenyataannya lain, bahwa sekarang produktifitas pendidikan dirasakan masih
belum mampu mengimbangi kemajuan yang telah dicapai oleh Ilmu Pengetahuan dan
teknologi. Melalui pendidikan diharapkan manusia menjadi makhluk yang optimis
dalam menetapkan masa depan. Bahwa pendidikan akan membawa kemajuan yang
berarti yakni membentuk manusia berkualitas
tinggi dan mandiri.
Profesional
berhubungan dengan profil guru, walaupun potret guru yang ideal memang sulit
didapat namun kita boleh menerka profilnya. Guru idaman merupakan produk dari
keseimbangan antara penguasaan aspek
keguruan dan disiplin ilmu. Keduanya tidak perlu dipetentangkan
melainkan bagaimana guru tertempa kepribadiannya dan terasah aspek penguasaan
materi. Kepribadian guru yang utuh dan berkualitas sangat penting karena dari
sinilah muncul tanggung jawab profesional sekaligus menjadi inti kekuatan profesional
dan kesiapan untuk selalu mengembangkan diri.Tugas guru adalah merangsang
potensi peserta didik dan mengajarnya supaya belajar.
Kualitas
pendidikan tidak terlepas dari kualitas proses belajar mengajar. Sebagai
relevansinya dituntut adanya pengajaran
yang efektif karena gurulah sebagai pelaksana utama dalam proses belajar
mengajar. Mutu pendidikan bukan hanya ditentukan oleh guru, melainkan oleh
siswa, sarana dan faktor-faktor instrumental lainnya. Tetapi siswa itu pada
akhirnya tergantung pada mutu pengajaran dan mutu pengajaran tergantung pada
mutu guru.[1]
Tinggi
rendahnya mutu pendidikan banyak dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran
yang dilakukan oleh guru. Untuk itu peningkatan kemampuan guru dalam mengelola
kegiatan pembelajaran disekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah sebagai
supervisor, pembina dan atasan langsung. Sebagaimana yang kita pahami bersama
bahwa masalah profesi akan selalu
ada dan terus berlanjut seiring dengan
kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga bimbingan dan pembinaan yang
profesional dari kepala sekolah selalu dibutuhkan guru secara berkesinambungan.
Pembinaan tersebut disamping itu untuk meningkatkan semangat kerja guru, juga
diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap munculnya sikap profesional
guru.[2]
Sebenarnya
kita akui pada masa lalu (masa kini) profesi guru kurang memberikan rasa bangga
diri. Bahkan ada guru yang malu disebut sebagai guru. Rasa inferior terhadap
potensi lain masih melekat dihati banyak
guru. Masih jarang kita mendengar dengan
suara lantang guru mengatakan "Inilah aku". Kurangnya rasa bangga itu
akan mempengaruhi motivasi kerja dan citra
masyarakat terhadap profesi guru.
Banyak guru secara sadar atau tidak sadar mempromosikan kurang bangganya kepada
masyarakat. Ungkapan "cukuplah saya sebagai guru" sering masih
mendengar dari mulut guru. Ungkapan ini lalu diterjemahkan sebagai profesi yang kurang menjanjikan masa depan yang
kurang cerah. Tantangan-tantangan yang harus disambut, jika kita ingin
mempromosikan jabatan guru. Dengan perkataan lain, hakikat keprofesionalan
jabatan guru tidak akan terwujud hanya
dengan mengeluarkan pernyataan bahwa
guru adalah jabatan / pekerjaan profesional, meskipun pernyataan itu
dikeluarkan dalam bentuk peraturan resmi. Sebaliknya, status profesional hanya
dapat diraih melalui perjuangan yang berat dan cukup panjang.
Dalam
meningkatkan mutu pendidikan harus tersedianya pendidikan yang memiliki tenaga
ahli atau guru tenaga pengajar yang
profesional. Dengan kata lain agar pendidikan dapat mempunyai nilai guna dan
hasil guna lebih dan nantinya diharapkan mampu menjawab problem diatas, maka
guru masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari Kepala Sekolah sebagai
pemimpin dan penanggung jawab. Dalam suatu kekompok lembaga organisasi sangat diperlukan adanya seorang pemimpin
yang dianggap mampu mengatur, mengayomi
dan bertanggung jawab terhadap kelompok.
No comments:
Post a Comment